Tuesday, July 18, 2006

Lagi, dari Solo

Goaless match antara Persiba dan Persik.

Pertarungan yang berlangsung keras dan ketat.

Persiba sejak dari awal sepertinya sadar posisinya kurang diunggulkan. Laskar Selicin Minyak yang diasuh Eddy Simon ini dengan sadar memilih label sebagai kuda hitam.

Maka sedari awal taktik yang diterapkan adalah bertahan dengan counter attack. Mereka punya materi untuk itu dipertahanan. Sang kapten Frely Laa'ala tampil bak Cannavaro dalam skala yang lebih kecil. Tapi dia benar-benar sulit dilewati.

Persik sendiri menggempur dengan permainan satu-dua yang berani. Terutama lewat permainan Budi Sudarsono dan Christian Gonzales. Berbahaya sekali duet ini. Beberapa kali gawang Efendy dicocor tipis oleh tembakan luar kotak Gonzales. Sebab tusukan yang mencoba membongkar kotak terganjal oleh Frely.

Persiba sendiri mencoba membalik keadaan dengan memanfaatkan gerakan Lorenzo Cabanas. Yang mencoba menyuplai bola kepada Sebastian Balbi di ujung tombak. Namun pertahanan Persik juga cukup rapat. Tapi gue melihat ini lebih karena koordinasi serangan balik yang kadang terlambat. Membuat benteng Persik selalu punya waktu untuk berbenah.

Persik sendiri mencoba melakukan taktik tarik-ulur untuk memancing keluar garis pertahanan Persiba. Tapi Frely Laa'ala cukup disiplin dan ogah terpancing.

Sebuah gol Budi Sudarsono dianulir wasit karena offside. Hasil muntahan tendangan Danio Fernando.

Babak pertama kepemilikan bola dipegang mutlak oleh Persik. Namun 0-0 masih melotot dari papan skor.

Babak kedua Persik mencoba meneruskan apa yang sudah dilakukan sepanjang babak pertama.

Kalau sudah begini maka situasi bola mati jadi andalan. Christian Gonzales nyaris menjebol gawang Persiba ketika tendangan bebasnya kurang sempurna dijinakkan Efendy. Sayang rapatnya pertahanan Persiba membuat pemain Persik yang lain tidak bebas di kotak penalti untuk menyambar bola muntah itu.

Persik terus menekan, Persiba dengan lentur menahan dan menyerang balik. Hanya saja tidak ada yang membuahkan gol.

Kondisi ini membuat Arema sedikit menarik napas lega. Karena selisih nilai klasmen jadi tidak terlalu menjurang. Namun problem jadi terbuka ketika lawan kedua nanti akan sangat haus kemenangan.

Benturan di Solo lebih keras dan tajam dibanding Gresik sepertinya.


nb: nanti kamu aku jelasin soal lokal ya Ma... :)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home