Wednesday, July 27, 2005

Communicate Your Heart

"What We've got here is a failure to communicate..." - Cool Hand Luke

Kutipan dari film lama di atas juga ada di salah satu lagu terbaik Guns N Roses, "Civil War". Hm, padahal kata Soleh, kita tidak bisa tidak berkomunikasi.

Artinya komunikasi adalah sesuatu yang tidak terhindarkan. Tapi coba tebak ada berapa masalah di dunia ini yang terjadi hanya karena masalah komunikasi? You name it. Millions still not enough.

Apalagi kalo udah masuk dalam taraf pasangan. Pacar, selingkuhan, gebetan, and bla-bla-bla. Dimana pada taraf antar personal seperti ini kadang komunikasi naik tingkat dari pertukaran pesan menjadi pertukaran makna. Dimana makna itu sendiri bergantung pada kesepakatan interpretasi. Ketika kata 'sapi' bisa berubah menjadi panggilan sayang penuh arti.

Nah interpretasi adalah masalah absurd yang kalo bisa tidak masuk wilayah komunikasi. Bad news, dia justru malah pegang peranan penting. Pernah ribut gara-gara pasangan lagi pingin curhat, kita ngasih jawaban yang serba logis dan tepat? Aneh kan, curhat berarti punya problem dan problem itu untuk dipecahkan. Ternyata tidak sesimpel itu. Kadang curhat bermakna ingin berbagi cerita saja. Pingin bermanja-manja. Bukan dihina kedewasaannya dengan lantas diberikan pemecahan yang dia juga sebenarnya sudah tahu.

Atau saat ada yang ingin dibujuk sementara yang satunya merasa tidak mendapat sign dari 'perintah' pembujukan. Gue ngalamin ini sama si ratu ngeles itu. Baca aja blognya.

Di tengah situasi yang kerap baur begitu, akhirnya I choose to communicate my heart. Sejujur-jujurnya. Apa yang gue rasa, karena pertukaran yang terjadi adalah makna, gue keluarin. Terus, gue pake cara ini buat nyari partner bertukar makna yang pas. Gue selalu berusaha buat dengan jernih mengkomunikasikan isi hati gue. Karena pada saat begitu, proses penukaran yang terjadi jauh lebih jernih. Dan gue juga lantas tidak menyisakan residu emosi di hati yang bisa bikin busuk.

Satu hal lagi kenapa gue milih berkomunikasi dengan hati, karena hati jauh berarti dibandingkan cahaya apa pun juga. Sayang sekali kalo dibikin busuk sama kecurigaan, suudzon yang nggak penting.

Agak trial dan error sih semangatnya. Tapi sekali ketemu sama yang klik, puas banget. Kita bisa ngomongin apa aja. Semua masalah bisa kelar, karena kita bisa omongin dengan jelas.

Metode ini di gue sendiri sudah menghasilkan puluhan bongkar pasang formasi band, orang-orang yang sakit hati, dibenci satu komunitas dan dua mantan. Tapi gue juga berhasil menemukan orang-orang yang secara kreatif klik, dunia yang solid kerjanya dan calon istri. :)

Dan metode ini biar makin lengkap harus ditambah sebuah 'plug in': mental solusi. Gue sampe sekarang juga masih sering kejedot-jedot. Tapi gue selalu berusaha nyari solusi kalo ada benturan. Biasanya sih konflik bisa teramplas dengan baik.

So, can you communicate your heart?

nb: sorry for sometimes not being sensitive enough to hear your heart dear... but one thing for sure i want to communicate my heart with you, for the rest of time...

10 Comments:

Blogger rgsn24 said...

ya ya ya! saya maafkan :)

btw, you are still my MUSE!

[it's a bonus for me 'coz we can communicate our heart!]

umm... sayangnya bisa mengkomunikasikan hati gak bikin tagihan handphone dan telpon rumah makin rendah! hehehe

3:50 PM  
Blogger MitzieBitchie said...

Nice one!.. Drop me a line........

4:11 PM  
Blogger soleh said...

yah. ieu masalah klasik nu sering ku urang kaalamanan ris. komunikasi jeung awewe. urang sering mikir make logika.

pas kabogoh [basa masih boga] curhat, malah dipapatahan. jadina si eta maalh keuheul, padahal urang ngan hayang ngabantuan.

ieu yeuh nu beurat. komunikasi make hati.

untuk yang tidak mengerti bahasa sunda:

yah. ini masalah klasik yang sering saya alami. komunikasi dengan lawan jenis tepatnya. gue sering berpikir dengan logika, bukan pake hati.

pas pacar [waktu saya masih punya tentunya] curhat, malah dinasehatin. jadinya, dia malah sering kesel. padahal, gua cuma pengen ngebantu.

ini nih, yang masih berat. komunikasi dengan hati.

4:20 PM  
Blogger politicaltears said...

ahem..... ah.... aris.. masak dari dulu sering gue curhatin nggak terpetik buah hikmanhnya sih...

perempuan.. ahhh..
yah gitu...

5:36 PM  
Anonymous Anonymous said...

hmm..good opinion, baguslah anda semakin mengerti bagaimana harus memperlakukan wanita :p

11:09 PM  
Blogger rgsn24 said...

sapi... sapi!
emang dulu lo memperlakukan wanita gimana? hehehe...
ya enggak lah "anonymous"... wanita2 yang kemaren gak connect aja hatinya sama aris :p

9:34 PM  
Anonymous hector said...

Yang pasti aris udah memperlakukan interview gua, seperti yang gua minta!

Makasih banget ya 'ris!

hehehehe

6:14 PM  
Blogger Nadia said...

mas aris,gw nadia,u might not know me,gw waktu itu sempet magang di cosmogirl sebulan.i watched cinta silver today,gud job!gw tertarik bgt dgn dunia perfilman, n i was wondering,pertama 'nyemplung' di perfilman tu gmn caranya? kalo misalnya gw punya script,bisa gw kirim ke production house gitu ga?write me if u will, at nah_aquarius_88@hotmail.com. thx

10:11 PM  
Blogger zero said...

hehehe, laki2 memang begituwww!persis kaya yg dibahas di men come from mars, women from venus tea.
cewe curhat cuman pengen cerita doang untuk sharing the burden, cowo lgs sok2 ngasi solusi, yg kadang cara penyampaiannya dengan gaya sok penting ato sok judging itu..duh pengen ngegampar kadang2.hueheuheue.

4:43 PM  
Anonymous atta said...

gue lulusan komunikasi. tapi sampe sekarang juga masih sering kebentur-bentur :D

4:52 PM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home